Minggu, 13 Maret 2016

BARCELONA - Kota Penuh Rona


Menelusuri peninggalan sejarah berpadu modernitas sembari terpana pada karya seni fantasi yang merasuki setiap jengkal Ibu Kota Catalunya.

Sejarah menyebutkan, Kekaisaran Romawi tiba di Barcelona pada abad 15 SM. Mereka mewariskan banyak peninggalan, termasuk aktivitas pasar pagi hari di Plaça Nova. Kini, tiap Kamis, pasar itu menjelma menjadi pasar barang-barang antik. Kelihatan serasi dengan Barri Gotik, kawasan yang berisi bangunan Abad Pertengahan.

Barcelona punya julukan ‘’Ciutat Comtal’’ alias City of Counts, merujuk sejarah kota yang dulu sering dipimpin seorang baron (bangsawan). Meski sudah banyak perubahan terjadi di kota akibat pergantian zaman, nuansa klasik masih kental terasa. Wajar jika dalam daftar UNESCO terdapat percampuran antara situs yang berumur ratusan tahun dan situs modern. Sekadar informasi, Barcelona merupakan kota di Eropa yang objek-objeknya paling banyak masuk daftar World Heritage Site.

Pariwisata di kota berpenduduk setengah dari jumlah warga Jakarta itu naik pamor dan terkenal ke seantero bumi berkat penyelenggaraan Olimpiade 1992. Proyek sarana dan prasarana penunjang wisata digalakkan, penataan serta pengembangan objek-objek menarik pun jadi agenda penting pemerintah. Alhasil, sejak Olimpiade itu angka kunjungan turis meroket. Hingga kini rata-rata 8 juta wisatawan asing mendatangi Barcelona tiap tahun.

Dalam tumbuh kembangnya sebagai kota terbesar kedua di Spanyol sekaligus Ibu Kota Negara Bagian Catalunya, Barcelona telah menjadi rumah bagi banyak seniman ternama semisal Pablo Picasso, Jorge Luis Borges, Salvador Dali, dan Antoni Gaudi.

Khusus untuk Gaudi, sosoknya telah menjadi nyawa Barcelona. Ia telah menciptakan ruang ruang imajinasi tersendiri bagi setiap pelancong yang bertandang ke kota ini. Rohnya hadir dalam berbagai dimensi: gereja, rumah, restoran, taman, maupun hiasan jalan.

Lelaki yang disebut berperangai dingin itu menciptakan sejumlah bangunan mencengangkan yang tak pernah dipikirkan banyak arstitek pada masanya. Gaudi mungkin memiliki fantasi dongeng (fairy tale) yang luar biasa, sehingga setiap arsitektur bikinannya menarik orang ke dunia para peri atau kota makhluk liliput. Berkat karya-karyanya, Barcelona dianugerahi gelar sebagai pusat kiblat seni arsitektur global.

Perlu menyediakan waktu untuk menikmati indahnya kecemerlangan warna, ruang-ruang yang evokatif, patung, juga kriya instalasi Gaudi. Sagrada Familia, misalnya. Inilah satu satunya proyek Gaudi yang tidak terselesaikan, namun keanggunan tempat ibadah umat Katolik ini diakui sebagai salah satu gereja tercantik dunia.


Ada pula Casa Mila, rumah yang temboknya seolah tebing dikeruk lubang kecil-kecil. Lekuk kurva dipercantik pagar besi mirip keranjang pada balkon tiap jendela, dan atapnya dibuat sangat artistik, mirip patung prajurit Abad Pertengahan. Belum lagi Casa Batllo, bangunan yang memanfaatkan pecahan kaca, juga keramik cerah sebagai dekorasi. Interiornya diperkaya detail-detail metafora alam, seolah kita tengah berada pada lorong waktu alam bawah sadar. Lantainya memakai keramik natural berwarna biru kontras.

Jika Casa Mila didominasi warna coklat dan Casa Batllo biru, bangunan selanjutnya, Casa Vicens, dimonopoli warna merah bata dan hijau. Rumah ini dipersembahkan Gaudi untuk saudagar keramik terkenal bernama Manuel Vicens. Tak lagi berbentuk kurva, tapi lurus dan menonjolkan pola siku-siku.

Ada pula Güell Park, taman 20 hektare terisi oleh patung-patung hewan lengkap dengan tempat duduk santai berbahan keramik. Posisi Güell Park terletak di bukit kecil. Pemandangan Kota Barcelona amat elok dari sini.

Masih banyak lagi buah tangan Gaudi di Barcelona. Tak cuma di dalam kota, tapi juga betebaran di luar kota, semisal Jardines Artiges di Mataro yang terletak 30 km dari Barcelona atau Gereja Santa Coloma de Cervello di Baix Llobregat yang sejauh 17 km.

Tak hanya Gaudi yang identik dengan Barcelona. Jika ada yang menanyakan yang Anda ketahui tentang kota ini, mungkin satu jawaban yang lazim adalah FC Barcelona!

Ya, Barça, demikian klub sepak bola itu dipanggil. Ia telah menjadi ‘’duta’’ Barcelona di kancah persepakbolaan dunia. Malah, bisa jadi orang lebih kenal klub ini beserta semua hal menyangkutnya ketimbang Kota Barcelona.


Kendati anda bukan penggemar sepak bola, tak ada salahnya menyempatkan diri berkunjung ke Camp Nou, stadion Barca. Camp Nou tercatat sebagai stadion sepak bola terbesar di Eropa. Jumlah kursi penontonnya mendekati 100 ribu. Tidak mengagetkan. Dua dekade terakhir Barça memang memanen banyak kejayaan dan, tentu saja, uang.

Dalam artikel majalah internasional The Guardian, Barça disebut sebagai klub olahraga dengan pendapatan tertinggi selama tahun 2015. Situs resmi klub yang berdiri pada 1899 itu pun dengan bangga mengumumkan mereka berada di jajaran tinggi The largest sports club in the world. Jadi, perjalanan ke Barcelona agak kurang lengkap tanpa ke Camp Nou.

Jangan lupa pula untuk berkunjung ke Olympic Stadium. Ia berada di atas bukit, terkitari beberapa objek menarik. Palau Nacional, Font Magica, dan benteng dari abad XVII bernama Castell de Montjuïc.



#BeritaNasional




0 komentar:

Posting Komentar

PERBANKAN

REVIEW

KASUS BISNIS

HALAL CORNER

KAJIAN MUSLIM

RENUNGAN

SEJARAH NUSANTARA

SEJARAH INDONESIA

SEJARAH DUNIA

EDITORIAL

DESTINASI INDONESIA

DESTINASI MANCANEGARA