Senin, 21 Maret 2016

KARTIKA WIRJOATMODJO JADI BOS BARU BANK MANDIRI

Teka-teki siapa pengganti Budi Gunadi Sadikin sebagai Direktur Utama Bank Mandiri akhirnya terjawab sudah. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa (RUPSTLB) yang salah satu agendanya adalah pemilihan Direktur Utama, telah memilih Kartika Wirjoatmodjo untuk memimpin Bank Mandiri.



Keputusan tersebut diambil setelah pemegang saham melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa di Plaza Bank Mandiri, Jakarta, Senin (21/3/2016).

Dalam agenda perubahan pengurus perseroan, terdapat 3 direksi yang berakhir masa jabatannya. Ketiga direksi tersebut adalah Budi Gunadi Sadikin yang menjabat sebagai Direktur Utama. Budi diangkat pada 23 Mei 2011 dan telah menjalani 2 periode jabatan. Oleh karena itu, sesuai dengan aturan yang ada Budi Gunadi Sadikin tidak bisa dipilih kembali. Direksi kedua yang telah berakhir masa jabatannya adalah Sentot A Sentausa yang merupakan Direktur Distribusi. Sentot diangkat pada 23 Mei 2011 lalu dan telah menjalani 2 periode jabatan. Terakhir adalah Royke Tumilaar yang menjabat sebagai Direktur Corporate Banking. Royke diangkat pada 23 Mei 2011 namun baru menjalani 1 periode jabatan.

Dengan berakhirnya masa jabatan 3 direksi tersebut. RUPS Bank Mandiri memutuskan untuk mengangkat 3 direksi baru. Pertama adalah Kartika Wirjoatmodjo yang menggantikan posisi Budi Gunadi Sadikin sebagai Direktur Utama. Selain itu, RUPSTLB juga mengangkat Rico Usthavia Frans menjadi Direktur yang sebelumnya adalah Senior Vice President Electronic Banking Bank Mandiri untuk menggantikan Sentot A Sentausa. Terakhir, RUPS Bank Mandiri mengangkat kembali Royke Tumilaar menjadi direktur.

Di posisi Komisaris Utama, Wimboh Santoso tampil menggantikan pejabat sebelumnya yang dipegang Darmin Nasution. Selain itu, ada tambahan nama baru di posisi Komisaris yakni Ardan Adiperdana.

RUPSTLB juga mengesahkan laporan keuangan perseroan periode 2015 serta pembayaran dividen. Pembayaran dividen diputuskan sebesar 30 persen dari laba 2015 yakni Rp. 6,1 triliun atau Rp. 261,44 per lembar saham. Sedangkan 11,95 triliun ditetapkan sebagai laba ditahan.

Berikut susunan Dewan Pengurus PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Dewan Komisaris :
Komisaris Utama / Komisaris Independen : Wimboh Santoso
Wakil Komisaris Utama : Imam Apryanto Putro
Komisaris Independen: Goei Siauw Hong
Komisaris Independen : Aviliani
Komisaris Independen : Bangun Sarwito Kusmulyono
Komisaris Independen : Abdul Aziz
Komisaris : Suhwono
Komisaris : Askolani
Komisaris : Ardan Adiperdana

Direksi :
Direktur Utama : Kartika Wirjoatmodjo
Wakil Direktur Utama : Sulaiman Arif Arianto
Direktur : Royke Tumilaar
Direktur : Hery Gunardi
Direktur : Ogi Prastomiyono
Direktur : Pahala N Mansury
Direktur : Kartini Sally
Direktur : Ahmad Siddik Badruddin
Direktur : Tardi
Direktur : Rico Ushavia Frans

Profil Kartika Wirjoatmojo

Lahir di Surabaya pada 18 Juli 1973, Kartika merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Menempuh jenjang pendidikan sarjana dengan mengambil jurusan ekonomi dan akuntansi, beliau berhasil menyelesaikan studinya pada tahun 1996.

Kartika kemudian memulai kariernya sebagai konsultan akuntan dan pajak di RSM AAJ Associates sejak tahun 1995 hingga tahun 1996. Selanjutnya, ia bekerja sebagai Analis Kredit di Mizuho Corporate Bank (1996-1998), Konsultan Senior di PriceWaterhouseCoopers (PwC) sebagai Financial Advisory Services (1998-1999) dan Boston Consulting Group (2000-2003).

Di tengah kesibukan saat meniti karir sebagai ekonom, Kartika berhasil menyelesaikan pendidikan dengan gelar Master Of Business Administration dari Erasmus University, Rotterdam, Belanda pada tahun 2001.

Pada 2003, Kartika memutuskan bergabung dengan Bank Mandiri sebagai Kepala Departemen Analisis Strategi & Keuangan. Kartika bahkan dipercaya untuk memimpin divisi sebagai Group Head.

Pada tahun 2008, karier Kartika semakin menanjak. Ia ditugaskan oleh Mandiri Sekuritas sebagai Managing Director. Dia pun mengemban tugas khusus untuk melakukan restrukturisasi keuangan dan refocusing bisnis, pasca krisis 2008 di pasar modal.

Pada 2011, dia kemudian ditugaskan oleh Menteri Keuangan untuk memimpin sebuah lembaga yang baru dibentuk untuk mempromosikan investasi infrastruktur di Indonesia. Kartika pun akhirnya menjabat sebagai CEO di Indonesia Infrastructure Finance (2011-2013) dan Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada tahun 2014-2015.

Pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Bank Mandiri pada tahun 2015, Kartika akhirnya ditunjuk sebagai Direktur Keuangan dan Strategi. Kini, berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2016, Kartika dipercaya untuk menjabat sebagai Direktur Utama Mandiri untuk menggantikan Budi Gunadi Sadikin yang masa jabatannya.



1 komentar:

PERBANKAN

REVIEW

KASUS BISNIS

HALAL CORNER

KAJIAN MUSLIM

RENUNGAN

SEJARAH NUSANTARA

SEJARAH INDONESIA

SEJARAH DUNIA

EDITORIAL

DESTINASI INDONESIA

DESTINASI MANCANEGARA