Jumat, 11 Maret 2016

SUKARNO DAN WANITA (7) - Yurike Sanger

Di luar kisah dan intrik yang terjadi pada Sukarno dalam perjalanan politiknya, sang presiden juga punya petulangan cinta yang seru untuk diikuti. Tidak tanggung-tanggung, Sukarno punya sembilan orang wanita yang ia persunting sebagai istri. Kharisma dan serta rayuan-rayuan mautnya sukses membuat wanita-wanita ini jatuh hati kepada sosok Sukarno. Mereka pun ikut mewarnai kehidupan Sukarno, baik secara personal, maupun secara politis.

Awal mula kisah percintaan Sukarno dan Yurike dimulai ketika sekolah Yurike Sanger kedatangan seorang artis bernama Dahlia. Dahlia sedang mencari anggota untuk Barisan Bhinneka Tunggal Ika, sebuah kelompok pelajar remaja yang akan mengenakan pakaian adat dan tampil acara-acara kenegaraan. Yurike yang masih berstatus pelajar adalah anggota termuda dari Barisan Bhinneka Tunggal Ika waktu itu. Yurike pertama kali mengikuti acara kenegaraan di sebuah acara kepresidenan digelar di Istora. Yurike yang memang memiliki paras yang ayu mengenakan kebaya ala Jawa di acara tersebut. Ketika seluruh anggota Barisan Bhinneka Tunggal Ika tengah berbaris rapi, Sukarno yang sedang berjalan di depannya tiba-tiba menghentikan langkahnya tepat didepan Yurike.

Gadis belia inipun kaget bukan kepalang karena sang presiden berdiri tepat dihadapannya. Tanpa diduga sang Presiden malah menyempatkan diri untuk mengobrol dengannya. Dari perkenalan singkat itu, Yurike tidak bisa menyembunyikan kekagumannya pada sosok Sukarno yang memang berkharisma. Seiring dengan intensitas kegiatannya di Barisan Bhinneka Tunggal Ika ini, semakin intens pula pertemuan antara keduanya. Sukarno pun semakin tertarik kepada Yurike, mulai dari sekadar menyuruh duduk didekatnya hingga memberikan kue kepada Yurike.

Suatu ketika setelah acara resmi usai, Yurike yang sedang mengobrol dengan pegawai di Istana tiba-tiba di panggil oleh Sukarno. Ternyata Yurike diajak makan malam oleh Bung Karno. Ia diminta duduk dikursi sebelah Bung Karno yang sengaja dikosongkan. Di kesempatan lain, Yurike ditawari untuk menggunakan mobil istana untuk dijemput ketika Yurike mengikuti acara Barisan Bhinneka Tunggal Ika. Mulai disaat itulah perasaan cinta mulai tumbuh di benak gadis muda ini. Perhatian demi perhatian khusus yang diberikan Sukarno tak mampu dibendung gadis muda ini, sampai-sampai pada suatu kesempatan Sukarno mengantarkan Yurike pulang ke rumahnya secara pribadi.


Setelah itupun hubungan keduanya menjadi semakin dekat. Pada suatu malam Sukarno mengajak Yurike untuk bersantai di tepian pantai, di waktu itulah Sukarno pertama kali mengutarakan rasa cintanya kepada Yurike. Setelah menjalin hubungan yang lebih dalam lagi selama beberapa saat, Bung Karno yang saat itu usianya lebih dari setengah abad pun akhirnya mengutarakan keinginannya untuk memperistri Yurike yang tatkala itu masih duduk di bangku SMA. Yurike yang masih dilanda oleh kebingungan tak bisa memberikan jawaban langsung kepada Bung Karno. Ia meminta waktu untuk mendiskusikan masalah pernikahan ini kepada kedua orangtuanya terlebih dahulu. Beberapa waktu kemudian, Bung Karno pun mengajak orangtua Yurike untuk makan malam. Pada waktu itulah Bung Karno kembali mengutarakan keinginannya untuk memperistri Yurike. Tentu saja hal ini membuat kedua orangtua Yurike terkejut. Setelah beberapa saat merundingkan lamaran ini, akhirnya kedua orangtua Yurike pun menyetujui lamaran dari sang Presiden. Raut muka sang presiden pun berubah dari yang sebelumnya tegang menjadi lega.

Hari-hari yang dinanti pun akhirnya tiba, tanggal 6 Agustus 1964, Sukarno resmi menikahi Yurike Sanger. Tapi hari-hari manis itu cepat berlalu. Karena saat-saat akhir kekuasaan Sukarno di Indonesia sudah tiba. Pada tahun 1967, ketika Suharto diangkat menjadi presiden kedua Republik Indonesia, Sukarno harus angkat kaki dari istana yang selama puluhan tahun sudah menjadi tempat tinggalnya. Kemudian Sukarno pun mulai jatuh sakit. Tidak ada lagi aliran keuangan untuk menggaji pembantu-pembantunya. Sukarno pun menggugat cerai Yurike, karena ia takut kondisi kesehatannya dan stabilitas Negara pasca kepemimpinannya dapat memberikan efek buruk pada Yurike. Dengan berat hati, Yurike pun menyetujui permintaan tersebut.



#Jasmerah001

0 komentar:

Posting Komentar

PERBANKAN

REVIEW

KASUS BISNIS

HALAL CORNER

KAJIAN MUSLIM

RENUNGAN

SEJARAH NUSANTARA

SEJARAH INDONESIA

SEJARAH DUNIA

EDITORIAL

DESTINASI INDONESIA

DESTINASI MANCANEGARA